download lagu sheila on 7 klik disini
Selasa, 25 November 2008
big bang
Big Bang dalam Al Qur'an
Sep 18, '08 8:36 PMfor everyone
Tahun 1929, astronomer Amerika, Edwin Hubble, melalui teleskop raksasanya menemukan bintang dan benda-benda angkasa lainnya bergerak menjauhi bumi; dan mereka juga saling menjauhi satu sama lain. Ini artinya alam semesta dengan konstan mengembang atau meluas.
Dalam Al Qur’an, kita bisa menjumpai penjelasan ini :
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya" (QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47).
Penemuan ini memunculkan pemikiran, jika alam semesta semakin meluas seiring berjalannya waktu, maka jika dibalik ke masa lalu, alam semesta akan bergerak mengecil; dan jika seseorang bisa mundur cukup jauh, segala sesuatunya akan mengerut dan bertemu pada satu titik, dan pada suatu saat, semua materi di alam semesta ini terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai "volume nol" karena gaya gravitasinya yang sangat besar.
Sekali lagi Al Qur’an telah menyampaikan hal ini jauh-jauh sebelumnya, yaitu 14 abad yang silam, jauh sebelum dunia mengenal ilmu astronomi :
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS. Al Anbiyaa', 21: 30).
Big Bang adalah ledakan besar yang sungguh-sungguh menakjubkan. Stephen Hawking dalam A Brief History of Time, mengakui keseimbangan luar biasa dalam laju pengembangan tersebut: “Jika laju pengembangan satu detik setelah Dentuman Besar lebih kecil bahkan dari satu bagian per seratus ribu juta juta, alam semesta akan hancur sebelum pernah mencapai ukurannya sekarang.”
Paul Davis, profesor fisika teori terkemuka, berkata bahwa kecepatan ini memiliki ketelitian yang sungguh tak terbayangkan.
Al Qur’anul Karim pun telah menegaskan langit dan bumi (alam semesta) telah diciptakan Allah dengan ukuran-ukuran yang sangat rapi (detail) :
.
"Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya) dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya" (QS. Al Furqan, 25: 2).
Bilim ve Teknik (majalah ilmiah Turki) mengutip sebuah artikel yang muncul dalam majalah Science, mengenai keseimbangan fenomenal yang dicapai dalam fase awal alam semesta :
Jika kekerapan alam semesta hanya sedikit lebih tinggi, dalam hal ini, menurut teori relativitas Einstein, alam semesta tidak akan mengembang akibat gaya-gaya tarik partikel-partikel atom, namun mengerut, dan pada akhirnya lenyap pada satu titik.
Jika kekerapan awal sedikit lebih kecil, maka alam semesta akan dengan cepat mengembang, namun dalam hal ini, partikel-partikel atom tidak akan tertarik satu sama lain dan tidak ada bintang dan tidak ada galaksi akan pernah terbentuk. Akibatnya, manusia tidak akan pernah muncul!
Allah berfirman : “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Al Mu’min 40:57).
Andre Linde, seorang Profesor Kosmologi merasa takjub bagaimana setelah ledakan besar (big bang) itu terjadi, semua bagian jagad raya yang berbeda bisa menyelaraskan awal pengembangan mereka. Dia bertanya : “Siapa yang memberi perintah atas semua ini?”
George Greenstein, Profesor Astronomi Amerika, menulis dalam bukunya The Symbiotic Universe: "Ketika kita mengkaji semua bukti yang ada, pemikiran yang senantiasa muncul adalah bahwa kekuatan supernatural pasti terlibat."
Hugh Ross, seorang ahli astrofisika Amerika menyimpulkan :
Waktu adalah dimensi di mana fenomena sebab-dan-akibat terjadi. Tidak ada waktu, tidak ada sebab dan akibat. Jika permulaan waktu sama dengan permulaan alam semesta, seperti yang dikatakan teorema ruang-waktu, maka sebab alam semesta haruslah entitas yang bekerja dalam dimensi waktu yang sepenuhnya mandiri dan hadir lebih dulu daripada dimensi waktu kosmos... Ini berarti bahwa Pencipta itu transenden, bekerja di luar batasan-batasan dimensi alam semesta. Ini berarti bahwa Tuhan bukan alam semesta itu sendiri, dan Tuhan juga tidak berada di dalam alam semesta.
Siapakah Sang pencipta alam semesta itu? Dalam Al Quran Allah berfirman :
"Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu." (QS. Al An'aam, 6: 101).
Bahkan, sebenarnya untuk menyadari bahwa alam semesta bukan "hasil peristiwa kebetulan", seseorang bisa hanya dengan melihat sekelilingnya. Alam semesta ini begitu sempurna dengan sistemnya, matahari, bumi, manusia, pohon, bunga, serangga, dan segala hal-hal lain di dalamnya. Tidak mungkin hal ini terjadi dengan sendirinya tanpa adanya kekuatan Maha Besar yang dengan sempurna mencipta dan mendesainnya. Hanya orang yang merenungkannya yang dapat melihat tanda-tanda tersebut.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi segala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. Al Baqarah, 2:164).
Maha benar 4JJI dengan segala firman-Nya……….
Dikutip-kutip dari :
1. Penciptaan Alam Semesta dari Ketiadaan
2. Keseimbangan dalam Ledakan
3. Big Bang, Ledakan yang Menghancurkan Paham Materialisme (2)
4. Ledakan Besar "Big Bang" Menggema ke Segenap Penjuru Peta Galaksi
8 comments share
Semesta: Thesis VS Atheis (1)
Sep 18, '08 2:19 AMfor everyone
Gagasan akan keberadaan abadi alam semesta tumbuh di Eropa berawal dari lahirnya filsafat materialisme. Pada masa Renaisans, Immanuel Kant melanjutkan faham ini dan terus dibawa hingga abad ke-20 melalui karya-karya materialis dialektik seperti Karl Marx dan Friedrich Engels.
Pandangan tentang alam semesta tanpa batas sangat sesuai dengan atheisme. Tidak sulit melihat alasannya. Untuk meyakini bahwa alam semesta mempunyai permulaan, bisa berarti bahwa ia diciptakan dan itu berarti, tentu saja, memerlukan Sang Pencipta. Jauh lebih mudah dan aman untuk menghindari isu ini dengan mengajukan gagasan bahwa "alam semesta ada selamanya", meskipun tidak ada dasar ilmiah sekecil apa pun untuk membuat klaim seperti itu.
Penemuan Big Bang
Tahun 1929, astronomer Amerika, Edwin Hubble, melalui teleskop raksasanya menemukan bintang dan benda-benda angkasa lainnya bergerak menjauhi bumi; dan mereka juga saling menjauhi satu sama lain. Ini artinya alam semesta dengan konstan mengembang atau meluas.
Penemuan Hubble ini sebenarnya telah diramalkan oleh seorang ilmuwan besar bertahun-tahun sebelumnya. Pada waktu itu, Albert Einstein, telah menyimpulkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis dengan perhitungan-perhitungan berdasarkan teori relativitas yang baru ditemukannya.
Penemuan ini memunculkan pemikiran, jika alam semesta semakin meluas seiring berjalannya waktu, maka jika dibalik ke masa lalu, alam semesta akan bergerak mengecil; dan jika seseorang bisa mundur cukup jauh, segala sesuatunya akan mengerut dan bertemu pada satu titik, dan pada suatu saat, semua materi di alam semesta ini terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai "volume nol" karena gaya gravitasinya yang sangat besar.
Simpulannya alam semesta kita muncul dari hasil ledakan massa yang awalnya mempunyai volume nol. Ledakan ini mendapat sebutan Dentuman Besar (Big Bang).
Fred Hoyle, seorang ahli astronomi menentang teori ini. Sekitar pertengahan abad ke-20 dia mengemukakan sebuah model baru yang disebutnya keadaan-stabil (steady-state). Dengan menerima bukti-bukti yang tidak bisa disangkal bahwa jagat raya mengembang, dia berpendapat bahwa alam semesta tetap tak terbatas, baik dalam dimensi maupun waktu. Menurut model ini, ketika jagad raya mengembang, materi baru terus-menerus muncul dengan sendirinya dalam jumlah yang tepat sehingga alam semesta tetap berada dalam "keadaan-stabil".
Kemenangan Big Bang
Pada tahun 1965, dua peneliti Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sebentuk radiasi yang selama ini tidak teramati, yaitu "radiasi latar belakang kosmik", radiasi ini tidak seperti apa pun yang berasal dari seluruh alam semesta karena luar biasa seragam yang tersebar merata di seluruh jagat raya. Segera disadari bahwa radiasi ini adalah gema Dentuman Besar, yang masih menggema balik sejak momen pertama ledakan besar tersebut. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.
Penelitian-penelitian yang bemunculan kemudian akhirnya semakin memperkokoh teori Big Bang. Dihadapkan pada bukti-bukti itu, Dentuman Besar memperoleh persetujuan dunia ilmiah nyaris sepenuhnya. Dalam sebuah artikel edisi Oktober 1994, Scientific American menyatakan bahwa model Dentuman Besar adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan pengembangan terus menerus alam semesta. Teori "materi kekal" materialis, terbantahkan.
Pada tanggal 11 Januari 2005, melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori "Big Bang". Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical Society (Masyarakat Astronomi Amerika) di San Diego, California, Amerika Serikat.
Big Bang terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak terkalahkan di atas pijakan yang teramat kokoh. Big Bang diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
Diposting oleh dgiant_ny cayooo! di 06.20 0 komentar
Selasa, 18 November 2008
kisah murid pemberani
Kejadian lucu ini terjadi pada saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 3.Saat itu semua murid kelas 3 mengadakan wisata ke kota Gudeg yaitu Jogjakarta bersama guru dan wali kelas.Setelah capek puter - puter kota Jogja , rombongan kami akhirnya pulang dengan aneka ragam wajah yang terpancar dari masing - masing murid. untuk cerita selanjutnya klik di sini
Diposting oleh dgiant_ny cayooo! di 19.45 0 komentar
3 kata untukmu
i luph u mom......
no body can"t be u....
mom.....
u r is de 8est.....
tangsss...
3 words 4 u from de bottom of my heart....
Diposting oleh dgiant_ny cayooo! di 19.12 1 komentar